Aku mencarinya di setiap sudut: Masjid, majelis taklim, televisi, radio, buku dan kini aku sedang mencarinya di Blog ini. Banyak sudah yang aku mintai tolong untuk menunjukkan di mana dapat menemukan islam yang sesungguhnya berada. Jawaban yang kutemui nyaris sama, “di sini Islam yang benar” terkesan berpromosi.
Aku mencari Islam karena yakin hanya ia adalah jalanku untuk memperoleh keselamatan di dunia dan akhirat. Tapi tetap saja ada perasaan yang menggelitikku untuk terus mencari Islam, sekalipun aku adalah seorang muslimah yang telah mengecap keislaman sejak dalam buaian kedua orangtuaku. Ada sesuatu yang mengganjal dalam benakku mengenai keislamanku. Terkadang aku sendiri masih meragukan keislamanku, mungkin karena pengetahuan agamaku yang terlampau lemah hingga keraguan itu tak jarang membuatku gelisah. Aku terkadang merasakan kelelahan batin saat mencari Islam yang sesungguhnya.
Aku sempat mempelajari beberapa aliran dalam Islam secara otodidak, juga pernah aktif dalam gerakan harakah, tapi tetap saja aku belum menemukan kepuasan. Entah kenapa…
Di Blog ini aku berharap dapat memperoleh pencerahan yang dapat mengantarkanku menemukan Islam yang sebenarnya, yang dapat memberikan ketenangan dan kenikmatan dalam menjalaninya. Tapi yang aku dapati tetap seperti yang sudah-sudah: bertengkar, saling memaki, merasa paling benar dan saling membenci antar sesama muslim. Mungkin karena aku belum menemukan postingan yang tepat ya…
jadi, harus ke mana lagi aku mencari Islam…?
& Komentar
Desember 12, 2007 pukul 6:37 pm
Assalamu’alaikum Wr.wb.
Dear Rahma….
Pencaharian Rahma ttg Keislaman hakikatnya adlh pencaharian manusia ttg Ketuhanan dan itu erat kaitannya dg perjalanan spritual seseorang…
Itulah yg membuat nilai lebih daripada orang yg hanya mendapatkan agama dari warisan ortu…
Kepuasan batin yg didapat oleh tiap orang dlm mencari Tuhannya adlh berbeda. Utk itu ada baiknya Rahma mencoba mencari sendiri ttg Tuhan…
Terimakasih
Akhyar
Desember 13, 2007 pukul 2:10 am
Bismillahirohmanirohim
Assalamualaikum WR. WB
Salam kenal,
Untuk mengenal Islam bisa anda mulai dengan pertanyaan apa tujuan hidup anda? dari pertanyaan itu akan terurai yang menjadi pangkal keraguan dalam menjalankan Islam.
Yang jelas Islam adalah agama yang memperjuangkan keselamatan umat manusia dan menjaga kelestarian alam yang kita tempati, perjuangan yang kita laksanakan tidak lepas dari pengorbanan baik pengorbanan diri (misal waktu yang tersita) maupun harta kita.
Anda bisa baca sejarah perjuangan rosul-rosul Allah khususnya Nabi Muhamad SAW.
Untuk mengawali suatu perjuangan yang haq diawali dengan iqro (membaca situasi dan kondisi dimana anda tinggal) sehingga anda akan mengetahui posisi anda dan peran apa yang akan anda mainkan. Catatan : Surga tidak di bisa diraih dengan mudah tapi perjalan yang mendaki lagi sulit. Terima kasih. Wasalam
Desember 13, 2007 pukul 2:37 am
wah kenapa harus mencari., sudah lama ko islam itu sejak -+ 15 abad yang lalu. hati-hati nanti jadi korban !
Desember 13, 2007 pukul 5:27 am
Assalamualaikum
Salam kenal,saya dulu pernah mengalami kehampaan yg tanpa makna dan seperti gak tau hrs cari dimana kedamaian hidup.Hingga ALLAH memberikan “ujian”.Alhamdulillah justru dgn masalah yg ada membuat sy berjuang keras menjadi hamba yg dicintaiNYA.dan sepenuhnya bersandar NYA,bukan pd sesama manusia walaupun itu suami. lewat setumpuk buku2.sejak saat itu sy berhijab secara benar dan dekat dengan AL-Quran & Hadist.5th sudah berlalu sy tetap berusaha menjaga HIDAYAH ini.INSYALLAH
wassalm
Desember 13, 2007 pukul 5:47 am
Carilah dalam hatimu ibu
Desember 13, 2007 pukul 5:51 am
Assalaamu ‘alaikum.
My dear Cahya, Islam adalah agama yang lurus, maka ia akan selalu tampak lurus dalam setiap ajarannya. jika ia solah tampak tidak lurus dan meragukanmu, ia mungkin bukan islam yg sesungguhnya. Aku juga mengalami hal yg sama, masih ragu apakah aku seorang muslimah?
Desember 13, 2007 pukul 5:52 am
Assalaamu ‘alaikum.
My dear Cahya, Islam adalah agama yang lurus, maka ia akan selalu tampak lurus dalam setiap ajarannya. jika ia solah tampak tidak lurus dan meragukanmu, ia mungkin bukan islam yg sesungguhnya. Aku juga mengalami hal yg sama, masih ragu apakah aku seorang muslimah?
Desember 13, 2007 pukul 5:55 am
Aku mau tuh insya allah ngebimbing dik Cahya. Aku bukan orang yang ahli agama tapi aku berniat akan membimbing keluargaku. Aku bisa menghubungi dik Cahya ke mana yah?
Desember 13, 2007 pukul 6:02 am
Assalaamu ‘alakum warahmatullaahi wabarakaatuh, yaa ukh. Islam yang sesungguhnya adalah yang berpegang kepada al-quran dan sunnah Nabi Sallallaahu ‘alaih serta contoh para salafussholih, yakni para pendahulu kita yang salih. Engkau akan menemukan kebenaran jika berpegang kepada ketiga hal itu, insya Allah.
Baarakallahu lak
Desember 13, 2007 pukul 6:26 am
Assalaamu ‘alaikum. Walah-walah, rupanya ada yang diam-diam menyelam sambil minum es kelapa… Ada yang mau membimbing, tapi syaratnya jadi istrinya, biar gak setengah-setengah.
Kita semua menuju titik yang sama, Allah SWT. hanya jalan dan kendaraannya saja yang berbeda, bahasa lainnya thoriqotnya saja yang tidak sama. Seperti kata kangtutur, pilihannya ada dalam hati. hati yang akan membimbing kepada kebenaran, maka rasakanlah bagaimana menurut hati dan akal.
Desember 13, 2007 pukul 6:36 am
Terimakasih buat semua yang udah kasih masukan buat saya.
to: kangtutur
saya belum pandai menyelami hati saya sendiri, saya sering dibingungkan oleh kata hati yang berbeda dan berubah-rubah terus
to: Nadya
Insya Allah mbak nadya, saya akan terus bergiat mencari kebenaran yang bisa memberikan ketenangan batin.
to: Dedy Azra
Waduh, saya kok gak ngerti maksud kang mas yah… hihi
to: Ram-Ram Muhammad
Lalu saya harus cari kendaraan dan jalan yang mana? Mungkin maksud pak Kyai yang menurut kata hati saya benar ya? Insya Allah
Desember 13, 2007 pukul 7:00 am
Pencarian jati diri sejatinya sesuatu yang fitrah, semua insan akan mengalaminya, termasuk para nabi dan rasul Allah sekalipun, apa lagi kita insan biasa yang doif dan lemah. Kalau bukan karena Karunia-Nya tak mungkin kita akan menemukan kesejatian Islam Yang Haqiqi.
Saran saya perbanyaklah sholat malam(tahajud) mintalah dengan mengiba di hadapan-Nya agar ditunjukkan Jalan-Nya Yang Lurus (Islam) & perbanyak amal yang berguna bagi sesama, Semoga Allah Yang Maha Pemberi Hidayah berkenan iba mengkabulkannya. Amiiiiin.
Desember 13, 2007 pukul 7:07 am
Assalaamu ‘alaikum mas muktihadid.
Semoga Allah segera memberikan saya jalan yang lurus. Saya sudah merasa sangat lelah dalam pencarian ini, semoga saya tidak berakhir dengan berputus asa.
Desember 13, 2007 pukul 7:08 am
“INADINA ‘INDALLAHIL ISLAM” Sesungguhnya Din yg di ridhloi Allah yakni Din Islam. ini adalah sepenggalan dlm alqur’an, semoga anda tambah yakin. karena dasar Islam Yakni hanya Al-qur’an n Al hadist. jangan lupa selalu mengkaji isi kandungan Alqura’an n Al hadist. karena disitu banyak kandungan2 mengenai islam yg sebenarnya. Selamat berjuang hanya utk “ISLAM”. Muslim Indonesia…..
Desember 13, 2007 pukul 9:15 am
Wa’alaikum salam W.W.
Jangan sampai putus asa y,
Jangan kalah dengan nyamuk
Jangan kalah dengan tokoh Entong dalam serial sinetron TV yang walaupun hanya cerita fiktif belaka, namun bisa diambil baiknya, ada dalam satu episodenya diceritakan bahwa Entong ingin mendapatkan mutiara yang ada di dalam laut, tapi ia tidak bisa berenang ke laut untuk mendapatkannya, namun ia tdk lekas putus asa untuk mendapatkan mutiara itu dengan cara menimba air laut, yang membuat penghuni laut merasa terusik, yang akhirnya membantu Entong untuk mendapatkan mutiara itu, karena ia ingat pelajaran yang diberikan pak Ustadz, beliau pernah mengatakan, kalau kita ingin sesuatu kita harus sungguh-sungguh berusaha untuk mendapatkannya dan jangan berhenti kalau apa yang dicita-citakan belum tercapai sebagaimana sabda Rasulullah saw “man jadda wa jadda” (siapa bersungguh-sungguh pasti dapat).
Dan juga disebutkan: “Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.”(QS. Al-Insyiqaaq:6).
Jadi ga ada kamusnya putus asa dalam Islam, apalagi kalau ingin mendapatkan Kebenaran Islam, Allah selalu menciptakan sepasang dalam kehidupan ini, ada yang Haq ada juga yang batil, ga mungkin Allah akan membiarkan hamba-Nya dalam kesesatan dan kebimbangan dalam mencari cahaya-Nya dan biasanya Allah akan menguji kita terlebih dulu apa kita benar-benar menginginkan hidayah-Nya. Maju terus pantang mundur. (maaf kepanjangan).
Desember 13, 2007 pukul 9:58 am
hati2 mencari di blog, persepsi berbeda byk di tulis di blog.
Desember 13, 2007 pukul 11:55 am
Hati itu emang bolak-balik, namun kata pak kyai ada obatnya supaya ada ketetapan…
Hafal lagu “Tombo Ati” kan?
Desember 13, 2007 pukul 1:16 pm
Salam kenal dari saya, bardy. Jika sudah tiba saatnya Allah akan memberikan kita hidayah agar sampai kepada-Nya. Nantikanlah hidayah itu dengan penuh kesabaran, dan tetap berpegang teguh kepada Islam. Wassalam
Desember 13, 2007 pukul 4:56 pm
Semoga memang blog ini jalannya.
Desember 13, 2007 pukul 5:02 pm
Ayo Belajar!!! Semangat!!!
Barokallohu fiikum, semoga dimudahkan oleh Allah untuk menemukannya.
Desember 13, 2007 pukul 5:15 pm
Bismillahirrohmaanirrohiim….
Assalamu’alaikum ukhty…
Hajimemashite…
Mencari Islam …?”nandemo cahya san ni shitetan ga shugoi da to omotta”un… klo saya boleh “urun rembug”watashi no shitteru tokoro de ha :Islam tuh ajaran yg mengajarkan kita mengenal diri,alam linkungan sekitar,untuk kita cintai aq lebih suka merawat tanaman sekitarku,mencintai sesama tanpa melihat perbedaan identitas,mahluk hidup yg lain,mengerjakan hal2 yg bermanfaat yg aq bisa
u/umat&bangsa,spt ukhty, yang lebih memilih mengajar drpd memilih kerja praktis&dpt penghasilan banyak meskipun sebenarnya bisa. Karna “harta” mmg bukanlah jalan keluar satu2nya(harta=1..yg di makan pasti habis,2..yg di pakai pasti rusak,3… harta u/shodaqoh itu br kekal)ke tiga2 nya di butuhkan, dan mengajar itu bershodaqoh dr harta yg namanya “ilmu”lalu
sikap melindungi/mengayomi,menyampaikan,men
didik,bertanggung jawab dll yg kita udah kenal bukankah itu ajaran Islam..?begitulah Rosul Allah mengajarkan pada umatnya…
maka Islam adalah Rahmatan li al-’alamiin =rahmat bagi seluruh alam,maka hrs menjadi rahmat bukan laknat,hrs mjd berkah bukan murka
jangan salahkan alam klo dia gak bersahabat,karna
alam independen gk butuh mns ,mns lah yg butuh alam.spt nasehat nan bijak :mau panen dalam masa yg singkat tanamlah biji, mau panen masa yg lama tanamlah pohon,klo mo panen selama lamanya didik lah manusia. Kalo butuh alam..,atur aja di sini tanam pohon,di situ bikin aliran air,di sana didik manusianya pasti alam nurut….ya
qur’annya juga bgt…”man ‘arofa nafsahu faqod ‘arofa Robbahu”kenali diri sendiri(link alam sekitar)
pasti akan kenal sapa Robnya”(pengaturnya)…Chotto sumimasen ga kyou ha kore dake de shiterun desu.machigai koto ga attara doumo sumimasen,(tokuni nihon go ga mada mada heta node douzo oshiette onegai shimasu)
walhamdulillahirobbil ‘alamiin….(sennyoadorer>>douzo yoroshiku)
Desember 14, 2007 pukul 5:11 am
Assalamualaikum
Wah yg kasih comment banyak juga,sy sependapat ama mas Arul, Ati2 dDek Rahma.
Senang banget klo kitabisa berteman lwt mail,ratihwidy@gmail.com
oya sekali waktu coba kunjungi Anak2 yatim ato bergabung ama yayasan sosial yg mengurus saudara2 kita yg kurang beruntung,Insyallah disana ada hikmah
Desember 17, 2007 pukul 11:58 am
Subhanallah dengan maunya mencari berarti sudah ada perjuangan. Teruslah berjuang mbak jangan pernah lelah mencari kebenaran. Sebab keberan itu hanya satu!
milik Allah. Mengenai Islam yang mana yang harus kita ikuti? sebenarnya tak usah pusing2, peganglah dua amanah Rasul yakni al-Qur’an dan As-Sunnah. Dan benar kata kang tutur.
Desember 18, 2007 pukul 2:26 am
kalau gitu ke ICC aja mba….
Desember 18, 2007 pukul 2:27 am
kalau mo belajar, ke al-Jawad aja mba. dekat dengan DT (geger kalong), yang ngajar Husein al-Kaf….
Maret 10, 2008 pukul 9:48 am
assalamu’alaikum y ukhti….
afwan jika ana tlah lancang…
ana cuma ingin bantu dari apa yang ana peroleh dan ana pelajari….
dulu, ana juga sempat merasakan suatu yang mengganjal dari hati ini… entah apa yang merasa kurang, padahal dari segi ekonomi, alhamdulillah cukup, studi juga lancar ja bahkan ana studi d universitas negeri… namun ana sadar, ternyata dari hidup ana yang dulu hanya cuma segitu-gitu ja.. tanpa da perubahan yang lebih baik… bahkan ilmu agama pun sangat minim…
akhirnya ana bertekad tuk pergi ke daerah lain hanya tuk menjadi yang lebih baik yang di ridhoi Allah… khususnya akidah yang benar…
alhamdulillah, disini ana banyak menemukan tempat4 kajian2… dan kota ini pun mayoritas mengikuti alqur’an dan sunnah/ alhadist dengan pemahaman salafush salih ( orang2 terdahulu yg saleh) yaitu dari para sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in, hingga ke para ulama… insya Allah ilmu yang di pelajari segaris lurus hingga ke Rasulullah…
ya ukhti, tidak semua manusia mendapatkan hidayah trsebut… mk dari itu bersyukurlah anti krna tlah d beri hidayah tuk mencari ato mempelajari ilmu islam yg haqiqi…
ya ukhti, cobalah anti mengikuti kajian2 yang ada di sekitar anti, ingat jangan salah masuk/ pilih sehingga terjebak kesesatan…
jika ada suatu organiasi ato golongan yang menyatakan faham mereka yang paling benar dan yang lain itu sesat… maka mereka itulah yang sesat…jadi tidak usah ikuti mereka…
banyak golongan itu yang menyatakan bahwa mereka berdaarkan alqur’an dan assunnah/ alhadist… tetapi berdasarkan pemahaman siapa… (ini perlu diketahui) apakah hanya akal mereka ato dari golongan mereka sendiri…
yang benar adalah dari alqur’an dan sunnah/ hadist yang yang berdasarkan pemahaman para sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in, hingga para ulama2… seperti ulama
1. syeikh nashirudin albani
2. abdul aziz bin baz
3. syeikh attamimi
4. syeikh utsaimin
5. jamil zainu
dan masih banyak lagi yang masih hidup…
jadi kalo mo ngaji, (perlu diketahui) ustadz trsbut ngaji sama sapa hingga ke siapa…
ingat ilmu syari’at itu nasabnya jelas lurus dari ustadz/ ustadzah siapa, trus dari siapa.. hingga ke rasulullah….
bukan di ambil berdasarkan pemahaman akal sendiri/ golongan yang bukan dari pra sahabat, tabi’in, tbi’ut tabi’in…dst
insya Allah, inilah jalan yang benar… jalan para salafush saleh…
Maret 10, 2008 pukul 10:02 am
ya ukhti…
ana ingin kasih masukan dan pesan, boleh kan…
yang menyebabkan kegagalan seseorang dalam menuntut ilmu adalah
1. tidak ikhlas
2. sering/ suka menunda-nunda
3. tergesa-gesa
4. riya’
ingatlah, syetan itu masuk ke hati manusia lewat 2 pintu utama..
1. syahwat
2. subhat
untuk lebih banyak tuk di tanyakan, silakan tanyakan ja di curhat_muslims@yahoo.co.id
Juli 20, 2008 pukul 1:44 am
Mengenal Islam Coba Kunjungi Http://iqraku.blogspot.com
Banyak orang-orang yang mengaku islam, tetapi kalo mereka ditanya tentang islam mereka diam seribu bahasa, apakah itu yang di sebut orang islam ???
seperti halnya orang yang mengaku kerja di kantoran, pas ditanyai tentang aturan kantor, maka jawabnya tidak tahu! bahkan sehari-harinya tidak mencerminkan orang kantoran, apakah akan percaya orang itu kerja di kantor dengan perilaku seperti itu, pasti jawabnya tidak akan percaya karena orang kantoran tidak seperti itu dan kalaupun memang benar ia kerja di kantor tentunya pasti akan dipecat disebabkan prilaku yang tidak mencerminkan aturan kantor…….
Masihkah kita diakui islam oleh sang pemiliknya, dengan banyaknya aturan allah yang tidak dipakai dalam kehidupan sehari-hari, Hukum Allah tidak tegak, yang tegak hanyalah hukum buatan manusia yang berdasarkan kepada hawa nafsu syaiton belaka??
Maka bersegeralah untuk berjihad, serta banyaklah bertobat meminta hidayah kepada Allah Swt supaya diketemukan dengan jamaahtul haq yang benar-benar berada pada jalan yang lurus, yang mereka itu adalah Yakfur Bit Thaghut Wa Yukmin Billahi_Ingkar kepada Thaghut dan hanya Loyal kepada Allah Minded 100%.
Juli 20, 2008 pukul 1:46 am
http://iqraku.blogspot.com