Buatku, mengingat masa lalu yang buruk menjadi penting, saat aku bisa menjadikannya cermin, yang dengan menatapnya akan mengingatkan siapa diriku dulu, sekarang dan ingin seperti apakah aku saat bertemu kembali matahari di hari yang baru. Masa lalu adalah sebuah pelajaran praktis tentang hidup, bukan sekedar teori menjalani hidup.
Bagiku, masa lalu yang buruk menjadi penting, karena dengan mengingatnya aku tahu setiap jengkal perjalanan yang telah kutempuh, berapa lubang yang pernah aku terjatuh ke dalamnya, berapa banyak kakiku terantuk batu dan kerikil, seberapa sering aku tak tahu arah dan tersesat, dan seberapa banyak penyesalan yang aku rasakan.
Untukku, masa lalu menjadi penting, karena dengan mengingatnya aku tergugah untuk lebih berhati-hati dalam melangkah, agar tidak terperosok pada lubang yang sama, terantuk batu yang sama, salah arah lagi dan tersesat kembali. Masa lalu menjadi sangat penting bagiku, karena tanpanya aku tidak akan pernah bisa mencoba menjadi hamba yang lebih baik
Tapi bagiku, masa lalu yang buruk menjadi tidak penting, jika dengan mengingatnya aku menjadi takut menatap masa depan. Aku tidak peduli dengan masa laluku, jika dengan mengingatnya aku tergoda untuk mengulanginya kembali.
Wahai Yang menciptakan waktu, hamba berlindung kepada-Mu dari perasaan dirundung duka karena masa lalu, dan hamba berlindung kepada-Mu dari ketakutan untuk menghadapi masa depan karena teringat masa laluku yang buruk. Hamba tidak akan pernah bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaikinya, karenanya berikan hamba kesempatan masa depan untuk memperbaikinya.
& Komentar
Desember 13, 2007 pukul 6:47 am
“Udnguni Astajiblakum” Barang siapa berdo’a kepada-Ku niscaya akan aku kabulkan. itu pnggalan dri Qur’an. alangkah baiknya dalam keadaan baagaimanapun kita selalu berdo’a ke Hadirat-nya,karena kita tdk bisa lepas dari Berdo’a berusaha dan Bekerja. Muslim Indonesia…..
Desember 13, 2007 pukul 1:14 pm
Semua manusia punya masa lalu kelam. jangan tenggelam oleh masa lalu, tapi lihatlah masa depan agar bisa lebih baik
Desember 13, 2007 pukul 2:57 pm
Assalamu’alaikum…..
Hajimemashite…
Mengingat masa lalu..? hmm…semua insan pasti punya,baik / buruk sama saja …sama2 masanya…yg baik emang bisa membuat hidup serasa di surga ,yg buruk ya sebalik nya,biarkan semua berjalan apa adanya mengalir persis air maju terus gak pernah mundur,toh semua di ciptakan olehNya untuk di jadikan pelajaran bagi hambaNya, nah inikan intinya.
belum tentu yg kita nilai buruk itu buruk,bisa jadi itu baik dan bgt juga sebaliknya.setahu saya sih manusia tu pelaku,ya ikuti aja skenarionya yg menilai…? serahkan aja pada yg maha menilai….kecuali yg buruk itu jelas nilainya.watashi ni i wasereba:kita gak pernah tau kebenaran jika gak tau “itu salah”……douzo yoroshiku(sennyoadorer)
Desember 14, 2007 pukul 2:52 am
Masa lalu yang buruk tidak harus menjadikan diri kita trauma kan? Justru dengan masa lalu yang buruk .. kita berpengalaman untuk mengatasi kesulitan hidup ketika hal yang sama akan terulang kembali.
Masa lalu yang buruk tidak harus membuat kita tertahan untuk mewujudkan masa lalu yang lebih baik. Karena kita punya pilihan. Untuk melepaskan masa lalu dan berlari ke masa depan. Atau tetap diam di masa lalu.
Desember 15, 2007 pukul 8:59 am
hmmm hanya orang yang punya prinsip yang bisa mengamalkan kalimat tsb.
saya bisa belajar dari sini… *pulang dapat oleh*
salam
Desember 17, 2007 pukul 11:05 am
Semua kejadian Insya Allah ada hikmahnya..
Desember 17, 2007 pukul 11:41 am
saya ingin berukhuwah dengan ukhti. ditunggu kunjungan baliknya!
Desember 19, 2007 pukul 4:57 pm
jangan menceritakan aib sendiri..!
main saja ke http://www.bancakan.wordpress.com
Maret 31, 2009 pukul 9:35 am
Artikel yang sangat bagus…